SKANDAL SASTRA DI PERSIMPANGAN ANTARA ESTETIKA DAN ETIKA
![]() |
| ChatGPT/arpanahmad |
Perjalanan sastra Indonesia telah melalui berbagai macam peristiwa yang makin memperkaya dan mendewasakan perbendaharaan kosakata bahasa Indonesia. Sastrawan Indonesai kini telah memasuki fase kelimbungan dalam penciptaan karya untuk menentukan karyanya antara karya idealis yang mengikuti hati nurani namun sepi ditengah keramaian atau karya pelacuran yang selalu mengikuti kehendak pasar tetapi gegap gempita penuh kehampaan. Masing-masing sama berkarya, sama-sama turut berkontribusi untuk memperkaya khazanah kesastraan indonesia.
Perkembangan kesastraan Indonesia tak terlepas dari pengaruh kebudayaan, sosial, politik dan kehidupan intelektual bangsanya. Secara historis, Tradisi seni berbahasa terus berkembang dari sebatas lisan dan tulisan di batu yang diwariskan secara turun-temurun dalam bentuk pantun, syair, gurindam, hikayat, legenda, dan cerita rakyat hingga sastra pop mutakhir yang dapat ditemukan dalam dunia digital. Karya-karya tersebut pada umumnya mengandung nilai moral, keagamaan, sosial, serta pandangan hidup masyarakat pada zamannya. Perkembangan sastra Indonesia selanjutnya dapat dilihat melalui sejumlah periodisasi atau angkatan yang memiliki karakteristik dan kecenderungan estetik masing-masing. Masa Pujangga Baru pada dekade 1930-an, Angkatan 1945, Angkatan 1966 dan periode-periode berikutnya yang memperlihatkan semakin beragamnya tema, bentuk, serta gaya sastrawan. Memasuki era Reformasi, kebebasan berekspresi semakin terbuka sehingga sastra Indonesia berkembang dengan mengangkat berbagai persoalan sosial, politik, gender, identitas, dan kehidupan masyarakat secara lebih kritis.
Pada perkembangan kontemporer, sastra Indonesia mengalami perubahan yang semakin kompleks akibat kemajuan teknologi informasi dan media digital. Karya sastra tidak lagi hanya hadir dalam bentuk media cetak, tetapi juga berkembang melalui media daring berupa blog, platform sastra digital, dan media sosial. Oleh karena itu, kesastraan Indonesia dapat dipahami bukan sekadar sebagai rangkaian pergantian angkatan, melainkan sebagai proses dinamis yang mencerminkan perubahan pemikiran, nilai, politik, identitas, dan realitas sosial masyarakat Indonesia.
Skandal sastra di Indonesia merupakan bagian dari dinamika dunia kesastraan yang sering memunculkan perdebatan di kalangan sastrawan, kritikus, akademisi, dan pecinta sastra. Salah satu bentuk skandal yang pernah menjadi perhatian adalah tuduhan penistaan agama terhadap cerpen karya Ki Panji Kusmin yang berjudul Langit Makin Mendung, terhadap puisi Aku Ingin Mencintaimu dengan Seluruh Jembutku karya Saut Situmorang, dan tuduhan plagiarisme karya ketika sebuah karya dianggap memiliki kemiripan yang kuat dengan karya lain tanpa pengakuan yang semestinya. Selain itu, dunia sastra Indonesia juga tidak terlepas dari polemik mengenai penghargaan sastra, kontroversi isi karya, serta perselisihan antarsastrawan. Berbagai skandal tersebut menunjukkan bahwa sastra tidak hanya berkaitan dengan estetika bahasa dan kreativitas, tetapi juga menyangkut etika karena semua aspek nilai-nilai tersebut tidak akan pernah bisa lepas dari pertanggungjawaban seorang sastrawan.
Alih-alih hanya menggembar gemborkan kata yang berbunga-bunga, apa salahnya jika sesekali membumikan kata yang dapat langsung menikam ke hati. Karakteristik sastra dalam perkembangannya tidak hanya dapat dipahami melalui teori dan hafalan, melainkan melalui empati. Salah satu bentuk representasi skandal sastra dapat dilihat dalam puisi berikut:
Aku mencintaiMu dengan seluruh jembutKu
Oleh: Saut Situmorang
ada jembut nyangkut
di sela gigiMu!
seruKu
sambil menjauhkan mulutKu
dari mulutMu
yang ingin mencium itu.
sehelai jembut
bangkit dari sela kata dan puisi
tersesat dalam mimpi
tercampak dalam igauan birahi semalaman
dan menyapa lembut
dari mulut
antara langit langit dan gusi merah mudaMu
yang selalu tersenyum padaKu itu.
Aku mencintaiMu dengan seluruh jembutKu
tapi bersihkan dulu gigiMu
sebelum Kau menciumku!
Jogja, 6 januari 2002
Contoh cerpen yang berjudul Langit Makin Mendung oleh Ki panji Kusmin dapat dibaca di link berikut https://kangpanut.wordpress.com/2007/11/20/langit-makin-mendung/ . Bagi sastrawan Ketika berbicara soal plagiarisme memang sangat sensitif melebihi sensitifitas seorang buruh yang ditanya gajinya oleh teman seniornya yang sama-sama gajinya di bawah upah minimum karena disitulah reputasi dan harga diri dipertaruhkan. Beberapa contoh kasus tuduhan atau dugaan plagiarisme antara lain: tokoh Chairil Anwar yang pernah menjadi objek perdebatan mengenai dugaan plagiarisme atau pengaruh kuat dari karya penyair asing Archibald MacLeish dan E. Du Perron. Kasus Hamka, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck Novel ini pernah menjadi kontroversi karena dituduh memiliki kemiripan dengan novel Sous les Tilleuls karya Jean-Baptiste Alphonse Karr. Kasus sastrawan dan karyanya yang diterbitkan ulang tanpa atribusi. Dalam perkembangan sastra modern dan digital, persoalan plagiarisme tidak hanya berupa penyalinan karya secara keseluruhan, tetapi juga mencakup pengambilan puisi, cerpen, esai, atau bagian tertentu dari karya orang lain tanpa mencantumkan sumber.
Dalam dunia kreativitas khususnya dalam bidang sastra, sebuah “huruf, kata, simbol, tanda baca” bukan sekadar alat untuk menyampaikan pesan, tetapi mereka adalah makna itu sendiri yang mampu berdiri sendiri memiliki kekuatan dan kebebasan tersendiri. Mereka berusaha untuk membebaskan diri dari beban pengertian, tata bahasa baku, dan nilai-nilai moral yang dinilai sudah masuk dalam bidang eksakta. Dalam karya sastra, sebuah kata saja dapat dimainkan melalui bunyi, pengulangan, susunan, serta bentuknya sehingga menghasilkan pengalaman imajinatif yang berbeda. Bagi penulis, setiap unsur bahasa memiliki daya magis yang mampu membangun suasana dan menggugah imajinasi dan perasaan pembaca. Sehingga, penggunaan unsur bahasa dalam karya sastra tidak selalu harus mengikuti peraturan tata bahasa yang lazimnya berkiblat pada EYD V, tetapi dapat dikreasikan dengan beragam cara untuk menemukan kemungkinan rasa, makna dan pengalaman baru yang ingin disampaikan.

Komentar
Posting Komentar