Dendam itu Meledak Ditempat

Kepulan amarah membumbung tinggi
keluar dari hati yang perih
Dicaci
Dikucilkan
Dirundung
Tak ada cinta untuknya

Rumah yang terlalu sunyi
Bagi yang sulit beradabtasi
Bukan tak mencoba berbaur
Seolah tanpa komunal pantas disakiti
Salam dengan kekerasan bagai tradisi

Dari pagi ke petang 
Menahan amarah
Hanya menahan tanpa melawan
Karena sadar satu lawan seribu
Melawan berarti mati
Menahan pasti pergi

Dari petang ke perang
Welkom to hell
M4 dan glock menjadi saksi
4gartha
Brenton, Luca, Alexandre
Paku bertebaran
Menyerampang kepanikan
Dendam meledak dalam keramaian

Pada penghujung hari
Sesaat setelah kumandang azan
Salam khutbah dibuka dengan ledakan
dan ditutup pula dengan ledakan
Asap yang memenuhi ruangan
Gerasah gerusuh berhamburan

Komentar

Postingan Populer