Rezim Air Keras
Di negeri sunyi yang berbau logam
air tak lagi sekadar mengalir
ia berubah jadi palu hakim
yang mengikis wajah-wajah harapan
yang membungkam suara-suara kebenaran
Ada tangan-tangan baja
yang mencampur kuasa dengan luka
menaburkan takut ke jalanan
seolah keberanian adalah dosa
Setiap hari bisa jadi sidang
Setiap wajah bisa jadi vonis
Langit pun enggan menatap lama
karena tangis tak lagi terdengar
hanya diam yang menggantung
di antara langkah yang gemetar
Namun di balik perih yang disembunyikan,
masih ada bara kecil yang bertahan—menyalak
keyakinan bahwa manusia
tak diciptakan untuk saling melukai
Dan suatu hari,
air akan kembali menjadi kehidupan,
bukan alat untuk menyebar teror,
melainkan untuk menyuburkan harapan.
Rezim air keras, mungkinkah akan runtuh?
ketika kita berani menyebut namanya, merekam wajahnya,
dan mengadili dengan terang
bukan membalas dengan gelap yang sama
Komentar
Posting Komentar