Pembubaran Pagelaran Para Babi
Awon Atatbon
Pada sebuah pagelaran layar belum sempat terangkursi-kursi dan tikar kedinginan menunggu kisah diputar
sebelum datang isi kepala dan hati dicek oleh gerombolan seragam dengan laras panjang
Suara langkah datang lebih dulu,
menggeser sunyi menjadi gaduh yang kelu
Awon Atatbon
Dedaunan, ilalang gemetar diterpa angin malam,
lampu redup memantulkan wajah-wajah muram
Film belum selesai bicara,
namun pintu telah dipaksa menutup suara.
Awon Atatbon
Ada yang menggenggam gawai seperti harapan,
ada pertanyaan yang tidak sempat terjawab atau tidak bisa dijawab
ada yang menyimpan cemas dalam diam berkepanjangan.
Awon Atatbon
Mengapa cerita harus dibubarkan,
sebelum sempat dipahami perlahan?
Mengapa diskusi dilanjutkan tanpa kenal yang diceritakan?
Aparat berdiri dengan cadas dihadap penonton yang membawa kecewa yang lekas tanya
Pesanan siapa?
Instruksi siapa?
Titipan siapa?
dan, dapat berapa?
Awon Atatbon
Tak ada ledakan selain tanda tanya,
tak ada perang selain tafsir manusia.
Malam pun pulang tanpa tepuk tangan,
meninggalkan layar kosong dan perdebatan.
Dan kota kembali seperti biasa,
meski di sudut-sudutnya,
pertanyaan terus menyala.
AWON ATATBON !!
Komentar
Posting Komentar