Dewasalah Ibu Pertiwi


Siapa yang tidak terhibur menonton drama kehidupan politik.
Drama dalam maya sering memberikan gelak tawa dan kebingungan.
Si tuna netra, Si tuna rungu, dan Si tuna wicara terbahak,
Anak-anak hingga orang tua juga terhibur.

Tahun politik yang akan datang namun panasnya sudah terasa,
Menambah episode baru dalam panggung drama Nusantara.
Tertawa, tertawa dan tertawa begitu sederhana dalam menikmatinya,
Ada pendukung yang saling mengadu argument hingga adu otot.

Pohon mangga tahun ini tidak menghasilkan mangga tetapi berbuah foto Caleg.
Sepanjang jalan protokol ditutupi umbul-umbul pasangan caleg,
Caleg yang dikenal lewat media sungguh ironi sulit mengetahui watak asli,
Menjadi wakil rakyat namun tidak kenal Rakyat, Wakil Negara tidak kenal Seluk beluk Nusantara.

Dalam politik tidak ada kawan yang sejati dan tidak ada musuh yang abadi,
Dalam politik semuanya cair mengikut apa yang menjadi tujuan,
Dalam politik apapun menjadi bisa dengan sedikit intrik,
Dalam politik semua orang menjadi anak-anak yang hanya memikirkan diri sendiri.

Menjadi pendukung itu baik namun jangan sampai fanatik,
Siapapun Pemimpinnya nanti semoga bisa membuat Maju Nusantara,
Ingat, Siapapun Pemimpinnya tidak akan merubah nasib kita,
Nasib itu kita sendiri yang mampu merubahnya.
Rakyat yang sudah rindu akan kemajuan dan kedewasaan Nusantara,
Semoga selalu sehat dalam keberkahan usia yang panjang dan sejahtera Ibu Pertiwi.




-Author

Komentar

Postingan Populer